Ngetrip Ke Taman Sari

Refreshing seharian setelah satu minggu bergelut degan pekerjaan.

Malioboro Sebelum Dirombak

Begini kondisi jalan malioboro sebelum dilakukan perubahan atau perombakan oleh pemerintah kota yogyakarta

Konsultasi dan Informasi Obat Oleh APOTEKER

APOTEKER merupakan salah satu mitra sehat keluarga/ masyarakat

Gerhana Matahari

Supaya dibilang kekinian, habis sholat gerhana langsung menuju lapangan untuk mengamati

Jogja Istimewa

Kalau anda datang ke jogja menggunakan pesawat, begitu anda menginjakkan kaki ditanah ngayogyakarta akan disuguhkan tulisan dan ukiran wayang seperti ini di bandara adi sutdipto

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Getaran Cinta Aksi Damai 4 Nopember 2016



Pada tanggal 4 nopember 2016 kemarin kita semua menyaksikan baik melalui media elektronik maupun media sosial sebuah aksi diberbagai daerah seperti makasar, malang, solo, jakarta dan lainya. kita juga menyaksikan banyak sekali jumlah peserta aksi yang berada di jakarta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di indonesia, mereka datang berbondong-bondong kejakarta dengan tujuan yang sama walaupun mereka harus mengeluarkan dana sendiri dan tenaga serta yang lainnya. dan kita juga menyaksikan betapa indahnya rasa persatuan yang muncul yang digambarkan dengan saling sapa dan peduli diantara sesama peserta aksi maupun lingkungan walaupun mereka berbeda ormas bahkan berbeda agama. peserta aksipun mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para pekerja kantoran yang tidak bisa ikut aksi yang berada disekitar jalur perjalanan, puluhan bis peserta aksi disambut para pekerja kantor yang berbodong lari keluar kantor yang berdiri didepan halaman kantor kemudian meneriakkan takbir yang membuat hati bergetar sehingga meneteskan air mata. aku berfikir ini merupakan salah satu realisasi cinta terhadap Al Qur'an dan ulama, karena ketika timbul rasa cinta didalam hati seorang insan maka dia rela berkorban untuk yang dicintai tidak peduli dengan rintangan yang harus dihadapi. dan cinta kepada Al Qur'an dan Ulama ini merupakan realisasi dari Cinta Kepada Allah kecintaan kepada Allah merupakan nikmat Jiwa, kehidupan Ruh, kegembiraan diri, energi hati, cahaya akal, penyejuk mata dan kemakmuran batin. Tiada hal yang lebih nikmat dan lebih sejuk bagi hati yang sehat, jiwa yang baik, dan akal yang jernih dari kecintaan kepada Allah, rindu untuk beribadah kepada-Nya dan berjumpa dengan-Nya.

Namun ada satu hal yang disayangkan, yaitu para ulama tidak bertemu dengan presiden yang selama ini dikenal dengan blusukannya. selama ini kita melihat beberapa berita dimedia, beliau mau menerima kunjungan dari berbagai komunitas, namun ketika ulama dan umat mau bertemu dengan beliau tetapi beliau lebih memprioritaskan kegiatan yang lain dan beliau beralasan akses masuk istana macet sehingga beliau tidak bisa balik keistana, tapi kita semua juga menyaksikan ketika aksi 4 Nopember 2016 ada beberapa helikopter yang hilir mudik diatas peserta aksi guna memantau jalannya aksi, kenapa pak presiden tidak memanfaatkan helikopter untuk bisa sampai di istana dan tidak memprioritaskan untuk bertemu para ulama dan umat? Allahualam (Allah Lebih Mengetahui Isi Hati Manusia).

Mudah-mudahan getaran cinta yang dipancarkan pada aksi damai pada 4 Nopember 2016 kemarin masih bisa terus terpancarkan. demikian yang bisa saya tulis, apabila ada kekurangan dan kekhilafan saya haturkan ma'af.




   

Minggu, 02 Oktober 2016

6 Amalan Guru Agar Mendatangkan Rahmat Allah




Oleh: Asep Sapaat

Imam al-Ghazali menyatakan bahwa cinta kepada Allah adalah puncak tertinggi keberagamaan seorang hamba. Sebagai seorang hamba, apakah amalan-amalan yang harus dilakukan guru agar mendatangkan rahmat dan kasih sayang Allah?

Pertama, amal takwa. Guru harus melaksanakan semua perintah Allah SWT dengan penuh kesungguhan dan menjauhi larangan Allah SWT dengan sikap hati-hati. Firman Allah SWT, "Barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS Ali-Imran: 76).

Kedua, amal tawakal. Guru bertawakal akan menunjukkan sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melaksanakan ikhtiar (QS Ali-Imran: 159). Ciri-ciri guru bertawakal, di antaranya beriman teguh kepada Allah,  menjadikan Allah semata sebagai tumpuan harapan terakhir, bekerja cermat dan maksimal sebelum berserah diri kepada Allah, tidak mudah menyerah dan putus asa, sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, serta selalu meminta pertolongan Allah dalam menghadapi permasalahan (Fathuddin, 2008).

Ketiga, amal ihsan. Amal ihsan berarti guru memiliki kebiasaan berbuat baik kepada murid, orang tua murid, sesama guru, dan masyarakat. Allah SWT berfirman, "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat ihsanlah (berbuat baiklah), karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS al-Baqarah: 195).

Keempat, amal berlaku adil. Amal berlaku adil adalah sikap guru dalam memutuskan perkara dan berjuang dalam menegakkan keadilan. Guru tak boleh pilih kasih, guru harus menilai kemampuan murid secara objektif, serta sikap konsisten lainnya dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar dan pendidik. Firman Allah SWT, "Jika kamu memutuskan perkara di antara mereka, maka putuskanlah perkara itu dengan adil. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil." (QS al-Maidah: 42).

Kelima, amal sabar. Firman Allah SWT, "Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pernah menyerah. Allah mencintai orang-orang yang sabar." (QS Ali-Imran: 146). Guru yang sabar akan senantiasa tekun dalam bekerja, tak pernah lelah berjuang, dan tegar dalam menghadapi segala ujian hidup baik berupa kesenangan maupun kesempitan hidup.

Keenam, amal tobat. Karena sejatinya guru adalah manusia, hamba Allah yang lemah dan kerap tergelincir melakukan perbuatan dosa, maka guru harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya ikhtiar memperbaiki diri dan meminta ampunan kepada Allah SWT (QS an-Nisa: 28; QS al-Maidah: 39). Rasulullah SAW bersabda, "Wahai anak Adam, jika sekiranya dosa-dosa kamu melampaui awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni semua dosa dan kesalahanmu, dan Aku tidak memedulikannya." (HR Tirmidzi). Wallahu a'lam bisshawab.

Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/16/09/28/oe7f6u313-6-amalan-guru-agar-mendatangkan-rahmat-allah
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net